Belajar Ekologi Hewan

Ekologi Hewan
Ekologi merupakan cabang ilmu yang berfokus pada interaksi antar organisme dan juga keterkaitannya dengan lingkungan baik itu biotik maupun abiotik. Dalam ekologi, organisme dianggap tak bisa terpisah dari elem lainnya sebab perkembangan serta pertumbuhannya bergantung penuh pada organisme juga habitatnya. Salah satu cabang ilmu ekologi adalah ekologi hewan. Adalah suatu cabang ilmu biologi yang secara mendalam mempelajari hubungan timbal balik atau interaksi di antara hewan dan juga lingkungannya mencakup biotik dan juga abiotik secara langsung maupun tak langusng dan meliputi distribusi atau persebaran maupun tingkatan kelimpahan hewan yang dikaji tersebut.

Fokus utama ekologi hewan adalah aspek-aspek mendasar yang menjadi landasan kinerja hewan tersebut sebagai sebuah individu, populasi hingga komunitas di dalam ekosistem yang ia diami. Hal tersebut meliputi bagaimana Ia mengenal lingkungannya dan kemudian melakukan proses adaptasi dan melibatkan adanya pertukaran energi di dalamnya. Pada dasarnya ada dua sudut pandang dalam ilmu ekologi hewan, antara lain:

Berkenalan Dengan Ekologi Perairan

Ekologi perairan merupakan cabang ilmu mengenai lingkungan yang fokus mempelajari interaksi atau hubungan timbal balik antara organisme di perairan dengan lingkungannya. Lingkungan sangat berpengaruh sebab ia memegang peranan dalam menciptakan kenyamana hidup organisme di perairan. Faktor-faktor yang ada di lingkungan adalah faktor fisika mencakup kecerahan, suhu, arus dan lain-lain. Faktor kimia antara lain pH, Do, sementara itu faktor biologi antara lain sifat plankton, substrat dan masih banyak lagi lainnya. Seseorang yang mempelajari ekologi perairan diharapkan bisa dan mampu mengidentifikasi hubungan timbal balik lingkungan dan organisme di perairan.

Ekologi perairan ini mencakup banyak lingkup antara lain ekologi perairan tawar, ekologi perairan laut, ekologi perairan kolam, ekologi perairan tambak dan semua ekosistem yang melibatkan air sebagai komponen abiotik. Di dalam ekosistem perairan baik itu tawar, pesisir maupun lautan, ada beragam jasad hidup atau biotik juga abiotik yang tak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Mereka saling terkait dan memungkinkan terjadinya pertukaran zat atau energi di antara kedua komponen tersebut. Hampir 70% bumi ini merupakan wilayah perairan, dengan demikian, mempelajari ekologi perairan adalah hal yang sangat penting sebab dengan mengidentifikasi komponen abiotik dan biotik tersebut manusia bisa memperoleh manfaat yang optimal dari perairan tersebut.

Mengenal Ekologi Tumbuhan

Ekologi Tumbuhan
Secara harfiah, ekologi berasal dari dua kata yakni Oikos dan Logos. Oikos sendiri berarti rumah sedangkan logos berarti ilmu. Dengan demikian, ekologi bisa diaertikan sebagai sebuah ilmu yang mempelajari mahluk hidup dengan lingkungannya. Bagaimana dengan ekologi tumbuhan? Secara sederhana, ekologi tumbuhan diartikan sebagai sebuah ilmu yang fokus pada pembelajaran mengenai hubungan timbal dan balik antara tumbuhan dengan habitat tumbuhnya. Kajian pokok ekologi tumbuhan ini adalah melihat pengaruh tumbuhan terhadap lingkungan dan juga pengaruh lingkungan terhadap perkembangan tumbuhan tersebut.

Mempelajari ekologi tumbuhan sangat penting sebab kita bisa memperoleh hasi yang maksimal terutama dalam hal teknik budidaya. Dengan mencocokkan karakteristik lingkungan dengan tumbuhan yang ditanam, maka kita akan memperbesar potensi suksesnya panen kelak. Selain itu, kerusakan terhadap lingkungan juga bisa dicegah. Mempelajari ekologi tumbuhan akan membuat kita paham teknik juga cara yang tepat dan cermat untuk mengambil manfaat terbaik dari tumbuhan tanpa harus merusak.

Memahami Ekologi Manusia

Ekologi Manusia
Manusia, sama seperti organisme lainnya, merupakan bagian tak terpisahkan dari lingkungannya. Dengan demikian, semua kaidah atau hukum ekologis yang mengontrol mahluk hidup di muka bumi juga berlaku bagi manusia. Akan tetapi, manusia cenderung merasa superior sehingga ia sering kali berpikir mereka adalah organisme satu-satunya yang berkepentingan terhadap lingkungan sehingga tidak lagi mampu memenuhi prinsip-prinsip lingkungan. Ekologi manusia secara umum mengidentifikasi hubungan dan keterkaitan manusia dengan lingkungannya, termasuk bagaimana ia beradaptasi dengan lingkungan tersebut untuk memenuhi kebutuhannya.

Ekologi manusia sebagai sebuah studi mengenai interaksi manusia dengan lingkungannya secara keseluruhan turut menelaah kondisi alam, organisasi sosial, tradisi, juga teknologi yang mendukung. Pola hubungan di antara masyarakat sebagai sebuah komunitas dengan lingkungan di sekitarnya adalah dasar ekologi manusia yang penting untuk dipelajari. Studi mengenai hal ini haruslah berdasar kepada prinsip penghargaan yang tinggi atas kebebasan manusia sebagai salah satu bagian dari ekosistem.

Mempelajari Dasar-Dasar Ekologi

Dasar-Dasar Ekologi
Secara sederhana, ilmu ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari ekosistem. Secara rinci, ia juga bisa diartikan sebagai sebuah studi terhadap hubungan timbal balik di antara organisme dengan organisme lainnya serta benda-benda mati yang ada di sekitarnya. Ekologi sering disebut sebagai ilmu dasar lingkungan, meski harus diakui bahwa lingkup ekologi jauh lebih sempit ketimbang ilmu lingkungan. Pada artikel ini, kita akan mebahas mengenai dasar-dasar ekologi yang mencakup pembagian ekologi, prinsip-prinsip ekologi, serta bagian-bagian dari ekosistem yang merupakan kajian utama dari ilmu ekologi.

Pembagian Ekologi

Dasar-dasar Ekologi yang penting untuk diketahui adalah pembagian ilmu ekologi itu sendiri. Secara umum, ia dibagi ke dalam dua kategori yakni:
  1. Autekologi, yakni ilmu yang membahas sejarah hidup juga pola adaptasi dari individu organisme atas lingkungan sekitarnya.
  2. Sinekologi, adalah bagian dari ilmu ekologi yang membahas mengenai golongan atau sekumpulan organisme dimana mereka berasosiasi membentuk sebuah kesatuan padu yang tak bisa dipisahkan satu sama lainnya.

Mengurai Piramida Ekologi

Piramida Ekologi
Secara sederhana, piramida ekologi didefenisikan sebagai jumlah berat juga energi yang dimulai dari tingkatan produsen hingga konsumen puncak. Piramida ekologi ini memiliki manfaat dan fungsi yakni memperlihatkan perbandingan di antara tingkatan yang satu dengan tingkatan lainnya. Dan disebut piramida sebab susunan trofik saat diurut sesuai dengan keterkaitan makan dan dimakan di antara trofik terlihat mengerucut layaknya piramida. Piramida ini disusun dengan satu konsep bahwa pada saat terjadi proses makan memakan, sebenarnya, telah terjadi perpindahan energi dari mahluk hidup yang dimakan menuju makhluk hidup yang memakan. Dalam rantai makanan dikenal sedikitnya 4 tingkatan trofik, antara lain:
  1. Tingkat trofik Pertama yang dikenal dengan istilah produsen atau detritus.
  2. Tingkat trofik kedua yang dikenal dengan nama konsumen primer atau Konsumen Tingkat I.
  3. Tingkat Trofik Ketiga yang dikenal dengan istilah Konsumen Sekunder atau Konsumen Tinglat II.
  4. Tingkat Trofik Keempat yang dikenal dengan nama Konsumen Tersier atau Konsumen Tingkat III.

Memahami Pengertian Ekologi

Pengertian Ekologi
Secara harfiah, ekologi mengakar pada dua kata dari bahasa Yunani yakni Oikos dan juga Logos. Oikos berarti rumah atau tempat untuk hidup. Kemudian Logos adalah ilmu. Jadi, bisa disimpulkan bahwa pengertian ekologi secara sederhana adalah ilmu yang mempelajari mahluk hidup di dalam rumahnya, atau bisa juga dikatakan bahwa ekologi adalah ilmu mengenai rumah tangga mahluk hidup. Sebagian ilmuan juga menyepakati bahwa pengertian ekologi tak lain adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan antara organisme dengan lingkungannya. Lebih spesifik lagi, pengertian ekologi bagi sebagian orang adalah ilmu yang bmencoba untuk memahami dan mempelajari hubungan antara binatang, tumbuhan, manusia dan juga lingkungannya, bagaimana mereka hidup, dimana mereka hidup, juga mengapa mereka berada di lingkungan tersebut.

Pengertian ekologi ini memang beragam, namun jika dicermati, kita bisa menarik kesimpulan bahwa inti dati ilmu ini adalah abiotik dan juga biotik. Abiotok adalah segala sesuatu yang tak hidup sementara biotok merujuk pada organisme-organisme makhluk hidup. Lebih jauh lagi, secara detil disebutkan bahwa ekoligi sebenarnya sebuah area belajar dimana pokok kajiannya adalah struktur juga fungsi ekosistem atau alam termasuk manusia di dalamnya. Ekologi adalah ilmu yang sangat dasar dan tidak menekankan pada praktek. Dengan demikian, orang yang belajar ekologi sesungguhnya mempertanyakan beberapa hal, antara lain:

Berkenalan Dengan Ekosistem Mangrove

Eksistem Mangrove
Ekosistem Mangrove adalah sebuah lingkungan dengan ciri khusus dimana lantai hutannya digenangi oleh air dimana salinitas juga fluktuasi permukaan air tersebut sangat dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Ekosistem mangrove ini sebenarnya masuk ke dalam lingkup ekosistem pantai sebab ia terletak di kawasan perbatasan laut dan juga darat. Ia terletak di wilayah pantai dan juga muara sungai. Hutan mangrove, sebagai sebuah hutan yang tumbuh di wilayah pasang dan surut akan tergenang air di masa pasang dan akan bebas dari genangan air pada saat air surut. Komunitas yang ada di dalam hutan mangrove ini sangat adaptif terhadap kadar garam air laut. Sebagai sebuah ekosistem, hutan mangrove terdiri dari beragam organisme yang juga saling berinteraksi satu sama lainnya.

Ciri-Ciri Hutan Mangrove


Ada beberapa ciri-ciri spesifik yang bisa dijumpai di hutan mangrove, antara lain:

Mengenal Ekosistem Padang Rumput

Ekosistem padang rumput digolongkan sebagai salah satu kelompok ekosistem daratan yang terbentuk secara alamiah. Ia memiliki beberapa ciri-ciri khas di antaranya curah hujan yang sangat terbatas dan juga tidak merata. Jumlahnya hanya berkisar di angka 25 sampai 30 cm per tahunnya. Hal ini kemudian menjadikan areal padang rumput sukar menjadi kawasan hutan sebab terjadi porositas juga drainase yang kurang. Dengan demikian, tumbuhan sukar untuk mengambil dan mengolah air sehingga menyulitkan untuk tumbuh menjadi pohon. Ekosistem yang satu ini bisa dijumpai di berbagai wilayah, baik tropis maupun sub-tropis.

Flora Dan Fauna Di Padang Rumput


Oleh karena porosita (wilayah terbuka) dan drainase (sistem perairan) yang cenderung tidak teratur, maka tanaman yang tumbuh di wilayah padang rumput juga terbatas. Tumbuhan yang masuk ke dalam ekosistem padang rumput ini didominasi rerumputan yang pendek antara lain grama, buffalo grasees dan masih banyak lagi lainnya. Meski demikian, padang rumput juga dihuni beberapa jenis tumbuhan, hanya saja oleh karena keberadaan rumput yang paling dominan sehingga ia disebut Padang Rumput. 

Mengenal Ekosistem Laut

Ekosistem Laut
Ekosistem laut merupakan salah satu ekosistem alamiah akuatik yang paling besar di planet bumi ini. Luas area laut memang mencakup hampir 80% wilayah bumi. Khusus untuk Indonesia yang merupakan salah satu Negara kepulauaan, luas territorial didominasi oleh lautan. Dengan demikian, bisa diasumsikan bahwa ekosistem laut memiliki peranan yang penting bagi rakyat Inodnesia dan juga bagi masyarakat dunia dalam skala yang lebih besar. Untuk lebih memahami ekosistem laut ini, berikut ciri-ciri yang bisa dicermati:
  1. Memiliki luas 2/3 wilayah bumi atau sekitar 70 sampai 80%.
  2. Kadar mineral yang sangat tinggi dan didominasi CI atau garam sebanyak 55%. Akan tetapi, masing-masing titik memiliki kadar garam yang bervariasi tergantung wilayah lautnya. Misalnya di laut tropika kadar garam tinggi tetapi di laut dengan iklim yang dingin kadar garam justru lebih rendah. 
  3. Terdapat variasi suhu di permukaan dan wilayah yang lebuh dalam.

Mari Belajar Mengenal Ekosistem Pantai

Ekosistem Pantai
Jika didefenisikan, maka ekosistem pantai tak lain adalah sebuah kesatuan di alam dimana semua komponen baik itu abiotik maupun biotik saling berinteraksi dan memungkinkan terjadinya aliran energi. Selain itu, interkasi tersebut juga membentuk sebuah struktur biotik juga siklus materi antara abiotik dan biotik. Sebagai sebuah ekosistem, unsur-unsur atau komponen yang tercakup di dalam ekosistem pantai antara lain:
  1. Komponen abiotik mencakup suhu, cahaya, iklim, bebatuan sedimen, air dan lain-lain.
  2. Komponen produsen seperti misalnya alga lat, lamun, bakau dan masih banyak lagi lainnya.
  3. Komponen Konsumen misalnya kerang, ikan, udang dan masih banyak lagi lainnya.
  4. Komponen pengurai atau decomposer misalnya virus, jamur dan bakteri.
Ciri-ciri Ekosistem Pantai

Ada beberapa hal yang menjadi ciri utama ekosistem pantai yang sehat dan baik, antara lain:
  1. Garis pantai permanen terjaga dengan baik, yakni wilayah laut yang berbatasan dengan daratan.
  2. Terdapat kawasan ekosistem mangrove dengan jumlah ideal 30% dari jumlah total luas pesisir.
  3. Terdapat pola usaha budidaya jenis air payau dengan berpegang pada wawasan lingkungan yang baik.
  4. Pencemaran pantai bisa dikendalikan secara baik dengan metode alamiah atau dengan campur tangan manusia.
  5. Pantai berperan sebagai rumah yang baik bagi mahluk hidup dan bisa menjadi sumber penghidupan bagi manusia di sekitarnya.

Mengenal Ekosistem Gurun

Ekosistem Gurun
Ekosistem merupakan suatu bentuk interaksi yang kompleks dan melibatkan beberapa komponen baik itu biotik maupun abiotik. Bumi ini dihuni beragam ekosistem, salah satu yang penting untuk dicermati adalah ekosistem gurun. Bioma gurun ini memiliki beberapa ciri-ciri utama yakni:
  1. Didominasi oleh bebatuan juga pepasir. Batunya berupa bebatuan karang dan pasirya membentuk bukit dan disebut Erg.
  2. Tumbuhan yang hidup di ekosistem yang satu ini sangat jarang. Kalaupun ada, tumbuhan tersebut merupakan jenis tumbuhan yang mampu bertanah meski minim air. Contohnya tanaman kaktus.
  3. Tingkat penguapan jauh lebih tinggi ketimbang jumlah curah hujan.
  4. Air tanah di gurun terasa sedikit asin.
  5. Banyak didiami hewan pengerat seperti gerbil, hamster dan masih banyak lagi lainnya.
  6. Jumlah hujan tahunan kurang dari 250 mm.
  7. Iklim di gurun cenderung ekstrim. Jika panas maka akan terasa sangat menyengat. Dan saat dingin akan sangat menggigit.
  8. Jika dihuni oleh manusia, biasanya nomaden atau berpindah-pindah tergantung titik air.
  9. Suhu sangat tinggi berkisar di 22 derajat Celsius sampai 32 derajat Celsius.

Apa Itu Ekosistem Hutan?

Ekosistem Hutan
Ekosistem merupakan suatu pola interaksi antara komponen abiotik dan biotik di dalamnya yang saling terkait satu sama lainnya. Ada beragam jenis ekosistem ini yang jika disatukan maka akan membentuk biosfer. Salah satu jenis ekositem yang sangat penting keberadaannya adalah ekosistem hutan. Ia merupakan kelompok ekosistem alamiah daratan yang sering dijuluki “paru-paru bumi”. Salah satu parameter mudah untuk menakar kesehatan bumi adalah dengan mencermati keadaan hutannya. Dan, jika diambil sampel yang ada dewasa ini, bisa kita simpulkan bumi sedang “sakit” sebab semakin hari ekosistem hutan semakin terbatas hanya pada wilayah tertentu saja.

Mengapa Ekosistem Hutan Penting?

Ekosistem hutan adalah kawasan dimana terdapat keanekaragaman yang paling tinggi di daratan. Ia merupakan rumah bagi tumbuhan dan juga hewan. Keberadaannya tak hanya sebagai pendaur udara saja tetapi juga penting karena:

Pentingnya Ekosistem Sungai

Ekosistem Sungai
Ada beragam jenis ekosistem yang terkait dan membentuk sebuah kesatuan utuh dan saling mempengaruhi satu sama lainnya. Salah satu yang dimaksud adalah ekosistem sungai. Ia dikelompokkan ke dalam ekosistem air tawar dengan air yang mengalir atau Ekosistem Lotik. Sungai sendiri merupakan habitat air tawar yang bermuara atau berakhir di laut. Ekosistem sungai ini megandung nutrient yang kadarnya bergantung pada wilayah vegetasi yang dilewati sungai tersebut. Apabila titik yang dilewatinya kaya akan tumbuhan maka bisa dipastikan kadar nutriennya tinggi khususnya nutrient an-organik. Selain tumbuhan, jumlah pelapukan bebatuan di aliran sungai juga turut berperan dalam hal memperkaya air sungai.

Mengapa Ekosistem Sungai Sangat Penting?


Habitat air tawar, termasuk ekosistem sungai di dalamnya, sangat penting bagi manusia dan lingkungan. Meskipun luas area ekosistem air tawar sangat terbatas jika dibandingkan dengan ekosistem laut, namun kehadirannya tetap penting sebab:
  1. Ekosistem air tawar termasuk sungai di dalamnya adalah sumber yang bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga juga industri. Selain itu, ia juga mudah dan murah untuk didapatkan.
  2. Komponen air tawar adalah bottle neck atau leher botol di dalam siklus hidrologi.
  3. Ekosistem air tawar termasuk sungai bersama dengan ekosistem estuary adalah tempat atau medium paling mudah dan murah untuk membuang limbah yang bersifat tertier.

Mengenal Ekosistem Air Tawar

Ekosistem Air Tawar
Ada beragam jenis ekosistem yang bisa dijumpai di bumi ini. Kesemua ekosistem tersebut akan membentuk kesatuan yang disebut dengan biosfer. Salah satu jenis ekosistem yang penting untuk dicermati adalah ekosistem air tawar. Secara umum, ekosistem tersebut masuk ke dalam kelompok ekosistem almiah dan lebih spesifik lagi dikelompokkan ke dalam ekosistem akuatik atau air. Ekosistem air tawar ini memiliki ciri-ciri tertentu antara lain:
  1. Pada wilayah tersebut tidak terdapat variasi suhu yang mencolok.
  2. Kecenderungan penetrasi terhadap cahaya sangat kurang yang dipengaruhi oleh cuaca juga iklim.
  3. Tumbuhan yang banyak dijumpai pada ekosistem yang satu ini adalah jenis ganggang.
  4. Organisme yang hidup di dalam ekosistem ini umumnya telah mengalami fase adaptasi.
  5. Kadar garam sangat rendah bahkan jauh lebih rendah jika dibandingkan kadar garam pada protoplasma organisme air.

Mempelajari Ekosistem Buatan

Ekosistem Buatan
Ekosistem tak lain adalah suatu sistem yang mencakup hubungan atau interaksi komponen abiotok dan biotik di dalamnya yang saling terkait satu sama lain. Di dunia ini ada beragam jenis ekosistem yang secara garis besar dikelompokkan ke dalam dua kelas yakni ekosistem alamiah atau disebut juga dengan natural ecosystem dan ekosistem buatan atau dikenal dengan nama Man Made-ecosystem/artificial ecosystem. Pembagian kedua kelompok umum ekosistem ini sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.29 tahun 2009 tentang Pedoman Konservasi Keanekaragaman Hayati di Daerah.

Kedua kelompok ekosistem ini dibagi lagi ke dalam beberapa jenis ekosistem yang mewakili suatu populasi tertentu. Pada uraian ini, jenis ekosistem yang akan kita bahasa adalah ekosistem buatan.

Apa Itu Ekosistem Buatan?


Secara sederhana, pengertian ekosistem buatan (Man Made-ecosystem) tak lain adalah suatu ekosistem yang terbentuk berkat rekayasa manusia dalam tujuannya untuk memenugi pun mencukupi kebutuhan hidup manusia atau penduduk yang semakin hari semakin meningkat. Ekosistem buatan ini memperoleh subsidi energi dari luar dan baik itu tanaman maupun hewan akan memperoleh pengaruh besar dari manusia oleh karena itu bisa dikatakan keanekaragamannya sangat rendah. Ada banyak contoh ekosistem buatan yang direkayasa manusia, antara lain:

Lebih Dekat Dengan Ekosistem Darat

Secara umum ekosistem dibagi ke dalam dua jenis yakni ekosistem alamiah dan ekosistem buatan. Ekosistem alamiah itu adalah suatu tatanan yang terbentuk tanpa campur tangan manusia di dalamnya, sementara itu ekosistem buatan adalah sebaliknya. Lebih lanjut, secara mendetil, ekosistem alamiah ini kemudian dibagi lagi ke dalam dua kategori besar yakni ekosistem akuatik atau ekosistem air dan ekosistem darat atau dikenal juga dengan istilah terrestrial. Secara umum, ekosistem darat ini bisa diartikan sebagai suatu ekosistem yang lingkungan fisiknya adalah wilayah daratan. Ada ragam jenis ekosistem daratan ini. Apa sajakah itu?

Mengenal Jenis-jenis Ekosistem Darat


Pembagian ekosistem darat mencakup ke dalam beberapa kelompok tertentu antara lain:

Penyebab Kerusakan Ekosistem

Penyebab Kerusakan Ekosistem
Interaksi yang dinamis namun harmonis antara mahluk hidup dan lingkungannya akan membentuk suatu tatanan ekosistem yang seimbang. Kondisi ini akan berujung pada keselarasan hidup semua organisme di bumi. Komponen abiotik dan juga biotik yang menjadi dua unsur penting dalam tatanan ekosistem saling terkait satu sama lainnya. Keterkaitan ini menjadikan interaksi di antara mereka tak bisa dipisahkan. Namun, keseimbangan tersebut akan bermuara pada kerusakan ekosistem dimana lingkungan bukan lagi tempat yang nyaman bagi organisme tersebut untuk tinggal dan hidup. Kerusakan ekosistem ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor penyebab. Apa saja?

Faktor Alamiah


Faktor alamiah merupakan penyebab kerusakan ekosistem yang terjadi murni karena musabab alam. Misalnya saja gempa bumi, terjadinya kebakaran hutan akibat cuaca, bajir, longsor, tsunami dan masih banyak lagi lainnya. Sederet peristiwa tersebut memicu terjadinya perubahan ekosistem misalnya saja saat Gunung Merapi di wilahyah Jawa Tengah meletus, maka kerusakan ekosistem di sekitar Merapi tak bisa dihindarkan. Mahluk hidup baik itu hewan dan tumbuhan bahkan manusia bisa mati. Hal tersebut sama saja dengan peristiwa semacam gempa dan banjir, akan berakibat pada terganggunya kestabilan ekosistem. Sebagai sebuat kesatuan, maka jika dalam sebuah ekosistem terdapat 1 organisme yang mati maka akan berpengaruh pada keadaan organisme lainnya.

Uniknya Ekosistem Terumbu Karang

Ekosistem Terumbu Karang
Salah satu jenis ekosistem yang terdapat di dalam lautan adalah ekosistem terumbu karang. Ia merupakan masyarakat organisme yang habitatnya di dalam dasar perairan dengan bentuk batuan kapur atau CaCO3 dengan tekstur kasar dan kuat menahan gaya dari gelombang laut. Organisme yang bisa dijumpai di dalam ekosistem terumbu karang ini adalah binatang karang dengan kerangka kapur serta alga yang juga secara umum mengandung kapur. Sebagai sebuah ekosistem, terumbu karang serupa rumah . Ia merupakan tempat hidup berbagai macam organisme laut. Ekosistem yang satu ini sangat unik sebab dibentuk dari ribuan binatang dengan ukuran kecil yang dikenal dengan nama polip. Polip karang ini kemudian yang berkembang dan membentuk koloni. Polip didaulat sebagai binatang utama yang membentuk ekosistem terumbu karang.

Ekosistem terumbu karang menjadi tumpuan masyarakat, utamanya yang bermukim di wilayah pesisir. Ekosistem ini merupakan bagian kecil dari ekosistem laut. Terumbu karang merupakan sumber kehidupan ribuan biota laut. Sedikitnya terdapat lebih dari 300 jenis karang yang tergabung dalam ekosistem ini. Dan karang tersebut dihuni oleh lebih dari 200 jenis ikan dan juga puluhan jenis molusca, spone, lamun, crustacean dan masih banyak lagi lainnya. Secara sederhana, ekosistem terumbu karang ini bisa disebut “hutan tropis” di dalam lautan.

Jenis-Jenis Terumbu Karang


Sedikitnya ada dua jenis karang, yakni:

Memahami Keseimbangan Ekosistem

Keseimbangan Ekosistem
Keseimbangan ekosistem adalah suatu kondisi dimana interaksi antara komponen-komponen di dalamnya berlangsung secara harmonis dan seimbang. Keseimbangan ekosistem tersebut berdampak signifikan pada keselerasan serta kesejahteraan hidup manusia dan mahluk hidup lainnya. Sayangnya, mencermati keadaan yang terjadi dewasa ini, bisa kita simpulkan bahwa telah terjadi perubahan lingkungan secara besar-besaran yang berdampak pada kehidupan manusia yang tidak lagi selaras. Penyebab terganggunya keseimbangan lingkungan tersebut ada beragam. Apa saja? Berikut uraiannya.

Faktor Perusak Keseimbangan Lingkungan

Secara umum, penyebab terganggunya keseimbangan ekosistem atau lingkungan dibagi ke dalam dua garis besar, yakni:
  1. Faktor penyebab yang terjadi sebagai akibat bencana alam. Misalnya saja terjadinya banjir, terjadinya gempa bumi, gunung yang meletus, bencana tsunami, dan masih banyak lagi lainnya. Bencana yang terjadi secara alamiah ini akan memicu kacaunya keseimbangan ekosistem yang berdampak pada kacaunya interaksi komponen-komponen di dalam ekosistem tersebut.
  2. Faktor penyebab yang terjadi akibat ulah manunsia. Tindakan yang dilakukan oleh anusia bisa memicu terganggunya keseimbangan di dalam lingkungan ekosistem. Tindakan yang dilakukan manusia ini bisa memicu terjadinya bencana alam seperti banjir, longsor, perubahan iklim yang ekstrim dan masih banyak lagi lainnya.